PROM memiliki kolom dan baris seperti ROM. Perbedaannya : setiap persilangan kolom-baris ada sebuah sekering yang menghubungkan keduanya. Sebuah muatan yang dikirim lewat sebuah kolom akan melewati sekering (dalam sebuah sel) ke sebuah baris yang dibumikan yang mengindikasikan nilai “1”.
Karena semua sel memiliki sekering, maka kondisi awal dari sebuah chip PROM adalah “1”. Untuk mengubahnya menjadi “0” maka digunakan sebuah PROM Programmer untuk mengirimkan sejumlah arus ke sel. Tegangan yang lebih tinggi akan memutuskan koneksi antara kolom dan baris dengan membakar sekering. Proses ini disebut sebagai “membakar PROM”.
PROM hanya bisa diprogram satu kali, dan lebih rentan dibanding ROM karena listrik statik dapat merusak sekering sehingga mengubah isi bit dari “1” menjadi “0”. Tetapi harga PROM kosong murah sehingga digunakan untuk membuat prototipe sebelum memprosesnya ke dalam ROM yang lebih mahal.
You Are Reading
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Labels
About Me
Blog Archive
-
▼
2010
(87)
-
▼
Februari
(31)
- VGA
- POST
- Memelihara Dan Menjaga Perangkat Keras “Hardware” ...
- Pemindai (Scanner)
- Inkjet Printer
- Dot Matrix Printer
- Periferal
- Langkah – langkah melakukan perbaikan periferal
- Kesalahan Dalam Merakit Komputer
- Bahan atau peralatan untuk membersihkan komponen PC
- NT FILE SYSTEM ( NTFS )
- FILE ALLOCATION TABLE ( FAT )
- Chipset
- DVD (Digital Versatile Disc)
- COMPACT DISC (CD)
- EEPROM (Electrically Erasable PROM)
- EPROM (Erasable PROM)
- PROM (Programable ROM)
- Read Only Memory (ROM)
- DDR SDRAM (Dual Data Rate SDRAM)
- SODIMM
- DIMM
- SIMM
- Jenis Jenis RAM
- Memory Komputer
- Komponen Utama Komputer
- Jaringan Komputer
- Langkah Merakit Komputer
- CMOS
- Satuan dalam Komputer
- Bagian-bagian Pada RAM
-
▼
Februari
(31)
Subscribe
0 komentar:
Posting Komentar